Pak Harto wafat

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun….
Hari minggu 27 Januari kemarin, aku di rumah seharian. Pengennya sih istirahat sehabis kerja keras ngurusin Seminar yang alhamdulillah berjalan dengan sukses. Tapi aku emang gak bisa diem, so I spent my morning by gardening. Taking care of my flower and plants that have ignored for a while. After finishing that, I realized that this week is my turn to clean up the house. So I swept and moped the floor, organized my room and my stuff.
At lunch time, after cleaning my self and praying, I turned on the TV. The news of the passing away of Pak Harto was on every channel of TV. It went on for the rest of the day and I guess almost all Indonesian people was stuck in front of the TV watching the news. Like me.

Keesokan harinya, aku sempat melihat acara pemakamannya, tentu saja melalui TV. Gak mungkin banget aku ke Astana Giribangun kan, he..he..he. Upacara pemakaman kenegaraan yang pertama diadakan dalam sejarah Indonesia. Presiden SBY membatalkan acaranya untuk membuka sebuah konferensi internasional di Bali, melayat ke Cendana dan besok paginya menjadi IRUP dalam upacara pemakaman. Selama ini baru 1 mantan Presiden RI yang meninggal, yaitu Soekarno. Saat beliau wafat, beliau sama sekali tidak mendapat penghormatan seperti ini. Maklumlah, beliau meninggal tidak lama setelah jatuh (atau dijatuhkan?) dari kekuasaan. Aku lihat anak-anak & cucu Pak Harto menghantarkan jenazah hingga ke liang lahat. Aku lihat makam yang mewah (sesuatu yang sangat mubazir sebenarnya), aku lihat rakyat yang ternyata masih banyak mencintainyai meskipun banyak juga yang masih merasakan sakit akibat perlakukaan beliau semasa berkuasa 32 tahun.

Although I’m not his fan, I couldn’t help to shed a little tears when I saw Mbak Tutut (his eldest daughter) gave a speech in the funeral. I though about my father, my parents. I’m not ready to loose them yet. Please God, don’t call them now. Not yet. Let them live a little longer for us to take care of them. Duh, kapan ya aku bisa ngurus mereka dengan sabar?…

30 Januari 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s