Pandora’s box

Apa itu kotak Pandora? Ya kotak milik Pandora. Dalam mitologi Yunani, Pandora adalah wanita pertama di bumi yang diturunkan oleh para Dewa. Ia diturunkan untuk diberikan kepada Prometheus, yang pernah dihukum dewa karena mencuri api milik para dewa (waktu itu cuma dewa yang punya api). Protemeus tidak mau menerima Pandora karena tahu bahwa para dewa tidak suka padanya. Dia curiga dewa punya maksud tertentu dengan memberi dia wanita cantik. Adiknya, Epimeteus, lah yang dengan senang menerimanya dan memperistrinya. Pandora itu ceritanya cantik sekali lho…

(ithacadwi.blogspot.com)

Anehnya para dewa itu kok ya, iri dengan kehidupan manusia di bumi. Mereka dengan isengnya mengutus Merkurius untuk memberi hadiah sebuah kotak hitam untuk Pandora. Kenapa saya bilang mereka iri dan iseng? Karena isi kotak itu ternyata bukan hal-hal yang baik. Sebenarnya, Pandora sudah diwanti-wanti untuk tidak membuka kotak itu (ngapain coba ngasih tapi gak boleh dibuka? Dewa yang aneh.. ) Tapi manusia itu kan rasa ingin tahunya tinggi. Begitu juga Pandora. Dan terutama mungkin wanita pada umumnya kali ya…? Dia coba buka kotak hitam berhias ukiran indah itu. Baru ngintip sebentar, keburu dipanggil Epimeteus. Tapi makhluk2 kecil di dalamnya ternyata dengan cepat keluar, menyebar dan menyengat Pandora, Epimeteus dan manusia lain di bumi. Makhluk tersebut adalah sifat buruk, penyakit dan kejahatan. Untungnya, ternyata para Dewa juga menyusupkan makhluk lain yang ternyata belum sempat keluar dari kotak itu. Makhluk itu adalah Hope, harapan. Saat kotak dibuka lagi dan Hope (harapan) keluar dari kotak, ia menghampiri dan mengelus-elus manusia yang menderita akibat sakit atau kejahatan. Jadi bagi merasa sakit, bersalah dan berbagai hal negatif lain, selalu ada harapan untuk sembuh dan menjadi baik lagi.

Dalam kehidupan kita, kadang-kadang ada sesuatu yang lebih baik tidak kita ketahui. Ada satu saat dimana satu hal baru terbuka buat saya. Suatu rahasia yang seharusnya tetap saja tersimpan di hati. Tapi ya itulah manusia, kadang tidak tahan untuk memendam sesuatu sendiri. Sesuatu itu mungkin indah dan menyenangkan jika waktunya tepat. Tapi sayang, sekarang sih sudah tidak ada gunanya. Keluarnya rahasia itu sempat membuat kacau perasaan saya. Lalu saya berusaha agar pikiran lah yang lebih berkuasa daripada perasaan. Saya sadar gak ada gunanya pikiran saya bermain main di arena “why this happened to me?” atau “what if..”
Gak gampang lho. Maklum lah saya perempuan,  makhluk yang kadang-kadang mudah terhanyut terbawa perasaan. Saya coba melihatnya dari sisi positifnya saja. Bahwa ternyata saya…😉

Ada saat lain lagi dimana saya tahu orang lain mendapat perlakukan yang lebih istimewa, padahal seharusnya hak kami sama. Ini membuat saya merasa diperlakukan tidak adil. Padahal sebelumnya, saya baik-baik saja tuh ketika tidak mendapatkan hak tersebut. Tahu kan rasanya diperlakukan tidak adil? Pengen marah rasanya saat itu…

Sebenarnya tak ada yang salah dengan rahasia atau kenyataan itu, selama itu tetap tersimpan di tempatnya. Seperti halnya Kotak Pandora itu…

Ah, seandainya saja….

25 Maret 2007

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s