Pandora’s Box

Tahu apa itu kotak Pandora? Dalam mitologi Yunani, Pandora adalah wanita pertama di bumi yang diturunkan oleh para Dewa. Ia diturunkan untuk diberikan kepada Prometheus, yang pernah dihukum dewa karena mencuri api milik para dewa (waktu itu cuma dewa yang punya api). Protemeus tidak mau menerima Pandora karena tahu bahwa para dewa tidak suka padanya. Dia curiga dewa punya maksud tertentu  dengan memberi dia  wanita  cantik. Adiknya, Epimeteus, lah yang dengan senang menerimanya dan memperistrinya. Pandora itu ceritanya cantik sekali lho…

Anehnya para dewa itu kok ya, iri dengan kehidupan manusia di bumi. Mereka dengan isengnya mengutus Merkurius untuk memberi hadiah sebuah kotak hitam untuk Pandora. Kenapa saya bilang mereka iri dan iseng? Karena isi kotak itu ternyata bukan hal-hal yang baik. Sebenarnya, Pandora sudah diwanti-wanti untuk tidak membuka kotak itu (ngapain coba ngasih tapi gak boleh dibuka?  Dewa yang aneh.. )

Tapi manusia itu kan rasa ingin tahunya tinggi. Begitu juga Pandora. Dan terutama mungkin wanita pada umumnya kali ya…?  Akhirnya dia coba buka kotak hitam berhias ukiran indah itu. Cuma sebentar sih, karena keburu dipanggil Epimeteus. Tapi makhluk2 kecil di dalamnya ternyata dengan cepat keluar, menyebar dan menyengat Pandora, Epimeteus dan manusia lain di bumi.

Makhluk tersebut adalah sifat buruk, penyakit dan kejahatan. Untungnya, ternyata para Dewa juga menyusupkan makhluk lain yang ternyata belum sempat keluar dari kotak itu.
Makhluk itu adalah Hope, harapan. Saat kotak dibuka lagi dan Harapan keluar dari kotak, ia menghampiri dan mengelus-elus manusia yang menderita akibat sakit atau kejahatan. Jadi bagi merasa sakit, bersalah dan berbagai hal negatif lain, selalu ada harapan untuk sembuh dan menjadi baik lagi.

Cerita tentang kotak Pandora ini ada hubungannya dengan sesuatu yang baru terbuka buat saya. Suatu rahasia yang seharusnya tetap saja tersimpan di hati. Tapi ya itulah manusia… kadang tidak tahan untuk memendam sesuatu sendiri. Sesuatu itu mungkin indah dan menyenangkan, jika waktunya tepat.

Keluarnya rahasia itu sempat membuat kacau perasaan saya. Untungnya hal itu gak lama. Saya buat pikiran saya lebih berkuasa atas perasaan. Saya sadar gak ada gunanya pikiran saya bermain main di arena “why this happened to me?” atau “what if..”. Bukan hal yang gampang memang. Maklum lah saya sebagai manusia hanyalah makhluk yang lemah, perempuan yang cenderung mudah terhanyut terbawa perasaan. Tapi saya sadar, saya harus bisa ambil sisi positif dari hal ini.

Sebenarnya, gak ada yang salah dengan rahasia itu, selama itu tetap tersimpan di tempatnya. Seperti halnya Kotak Pandora itu…

5 Maret  2007

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s