Apres la pluie

Ini salah satu (eh dua) kata dalam sedikit bahasa Perancis yang masih kuingat dari kursus yang pernah kuikuti dulu. Aku memang suka hujan dan segala yang berkaitan dengannya. Suasananya sendu dan bisa jadi romantis…  Dan, entah karena itu atau hal lain, lagu-lagu yang ada “hujan”nya pun kusuka. Pokoknya terdengar indah. “Rain” dan “la pluie” juga terdengar indah buat telingaku.

Aku baru saja mengalami “hujan” dan melihat pelangi. Bukannya kehujanan. Tapi aku baru saja menangis dan setelahnya merasa legaa…Ini membuatku terkagum2 seperti melihat pelangi. Sebenarnya setelah merasa berat beberapa hari yang lalu, aku sudah merasa agak baikan, tapi rupanya belum stabil banget. Ada sedikit tekanan dari sisi lain aja, aku feel down lagi. Udah aja sekalian aku bikin diriku nangis. Eh, ternyata gampang banget. Pas istirahat (hari ini Jum’at, jadi istirahatnya lebih lama), aku masuk kamar, tutup pintu dan baca buku “One Gigabyte of Love”. Langsung deh banjir airmata….

Normally, I’m not that cengeng. Emang sih, kalo tulisan Mbak Helvy Tiana Rosa atau anaknya Faiz, selalu bikin aku terharu dan menitikkan air mata. Tapi ini sih, hampir 70% dari 54 (?) tulisan di buku itu bisa bikin aku nangis. Di akhirnya sih, lebih jelas bahwa aku nangis bukan karena tulisan2 itu semata. Mereka cuma pemancing aja. Aku nangis karena aku sempat secara tidak sadar menyangsikan kasih sayang Allah padaku. Tidak merasakan kedekatanNya. Padahal Dia selalu ada disisiku. Menjagaku, mendidikku dengan kasih sayang yang kadang sulit kumengerti pada awalnya tapi di akhir episode aku diberiNya kesadaran dan kecerdasan untuk menangkap artinya.

Setelah menangis terus sholat, I felt exteremely relieved. As if a ton of stones has been moved from my chest. Setelah itu aku melihat alternatif jalan keluar dari masalahku dan yakin banget kalo everything will be just fine. Seperti Allah baru saja mengajari aku bagaimana menghadapi rintangan hidup dengan cara yang cepat. Sungguh, baru kali ini aku merasa begini. I still feel amazed. So here I’m…seperti sedang dalam suasana habis hujan. Rumput dan dedaunan masih basah sementara di atas sana pelangi melengkung dengan indahnya. Aku merasa keindahan itu dalam hati. Ya Allah, terima kasih buat segalanya.

7 November 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s