Helpless but not hopeless

Selama ini aku lebih suka memilih jalan aman jika menyangkut masalah finansial dan material. Misalnya aku gak pernah ngoyo beli suatu barang kalo aku tahu itu cukup mahal, meskipun aku sebenarnya bisa belinya dengan cara kredit. Itu lah sebabnya kenapa aku memilih HP yg middle-end class, atau kelamaan mikir (sampe akhir gak jadi) untuk pasang kawat gigi untuk gigiku yang gak teratur. Aku berusaha hidup tanpa hutang. Kalaupun sesekali aku beli secara kredit, itu karena sekedar memanfaatkan kemudahan yang ada dan karena kuyakin bisa melunasinya.

Di lain pihak, orang-orang di sekitarku, mendatangiku ketika butuh pinjaman uang. Aku berusaha membantu sebisanya. Sebagaian besar sih mengembalikan pinjaman, tapi ada beberapa yang tidak. Atau mengembalikan dengan mencicil dengan sangaaat…lama.

Maka adalah sebuah langkah besar buatku ketika memutuskan untuk mengajukan kredit untuk membangun rumah. Semula aku berniat nabung saja sampai cukup untuk bangun rumah dengan sedikit pinjaman atau tanpa pinjaman sama sekali. Agak gamang sebenarnya, tapi aku merasa aku harus berani ambil resiko. Dan saat ini adalah saat dimana aku harus terima resiko itu. Pembangunan rumahku saat ini sudah sampai di titik tidak aman untuk berhenti. Aku harus bisa meneruskan pembangunan rumah, at least sampai membangun atap dan pasang genteng. Ini sudah masuk musim hujan. Kalau berhenti sampai selesai pasang tembok saja, bisa lapuk kusen yang sudah terpasang.

Masalahnya, saat ini tabunganku sudah habis dan simpananku lain belum bisa segera cair. Bahkan ada yang sedang dipinjam dan ternyata peminjamnya pun sedang mengalami kesulitan keuangan juga. Diawal ‘episode’ perjalanan membangun rumah ini, aku sudah berdoa dan bertekad untuk menjaga hati agar tidak kotor karena urusan ini. So I take things slowly and easy. Aku tahu aku gak punya pengalaman dan pengetahuan soal bangun rumah. Aku memangSaya gak mau dibodohi tapi juga gak mau su’udzon atau marah-marah pada siapa pun orang yang berurusan dengan saya dalam hal ini,

Saya juga gak mau terpancing untuk membangun di luar kemampuan saya. Biarlah kelak rumah ini menjadi rumah kecil yang memberi ketentraman dan keteduhan buat saya. Bukan yang membuat saya bangga karena keindahannya, kekokohan atau kemegahannya.

Tapi sekarang saya dituntut untuk tidak ‘slowly’. Saya harus cari pinjaman sementara uang saya belum cair, As Soon As Possible! Inilah yang belum pernah saya rasakan sebelumnya: Butuh uang. Segera. Parahnya, saya merasa tidak ada yang bisa membantu saya. Saya sudah coba cari bantuan tapi belum ada yang mau bantu. Bahkan untuk sekedar bersimpati dan empati pun rasanya gak ada. Mungkin apa yang kurasa berat ini, bukan apa-apa buat orang lain. Memang sih, jika dibandingkan kesulitan yang dihadapi para kekasih Allah, ini gak ada apa-apanya. Seperti kisah yang saya baca di majalah Tarbawi terbaru. Disitu dikisahkan ada orang kaya, yang kehilangan semua harta milik dan keluarganya ketika ia tinggal sebentar untuk mencari ternaknya yang hilang. Tapi orang itu ikhlas dan ridho. I wish I could be like him…

Ada rasa kesal dan sedih yang sebenarnya tidak beralasan. Rasa yang sebenarnya adalah perasaan tidak berdaya. Dan perasaan sendiri menghadapi semua ini. Sebenarnya kita tidak sendiri. Ada Allah yang mendengar semua keluh kesah kita. Mungkin karena hati ini berkarat oleh dosa-dosa, aku masih merasa berat menghadapi semua ini. Tapi aku coba ikhlas menjalankan semua ini dan yakin pasti ini akan berakhir dengan baik. I might be helpless right now but I’m not hopeless. I’m sure there will be a rainbow after the rain. And

Somewhere over the rainbow
Skies are blue
And the dream that you dare to dream
Really does come true

Begitu kata Dorothy dalam “the Wizard of Oz”

4 November 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s