Ladang jagung

Sudah sekitar 2 bulan ini sepetak tanah di belakang rumahku (lebih tepatnya mess milik Yayasan tempatku bekerja) ditanami jagung oleh orang yang merasa berwenang mengelolanya. Sekarang sudah tinggi dan mulai berbuah. Letaknya pas berhadapan dengan jendela dapur. Jadi mau tak mau, aku selalu melihat perkembangannya.
Kadang aku takjub sendiri. Sepertinya mereka tumbuh di malam hari, sehingga setiap pagi
selalu nampak lebih tinggi dari hari sebelumnya.

Buatku ladang jagung terlihat indah. Mengingatkanku pada scene di film Superman atau film-film lain yang ada ladang jagungnya. Ladang juga terdengar puitis di telingaku. Mungkin karena beberapa penyair besar pernah menyebutnya dalam puisi mereka. Aku lupa dalam puisi mana. It’s simply poetic dan beautiful. Seperti hari ini dimana cuaca sedang cerah dan angin tak henti-hentinya bertiup sepanjang siang ini, kembali aku terpana melihatnya berayun-ayun dalam tiupan angin. Segera setelah buah jagung tersebut besar, akan dipanen oleh yang menanamnya. Subhanallah, dalam usia yang begitu singkat jagung telah memberikan manfaatnya bagi makhluk lain. Meninggalkanku tergugu dalam sebuah tanya: apa yang telah kuberikan pada usiaku yang jauh berlipat kali dari tumbuhan jagung? Malu aku karena tak berhasil menemukan jawabannya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s