My first kiss

pacar-pertama

Masih dari serpihan kenangan di masa kuliah: foto ini membuatku tersenyum-senyum sendiri. Aku berusaha mengingat-ngingat siapa nama anak ini, tapi gak berhasil. Kayaknya emang daya ingatku sudah makin menurun nih. Tapi masih aku ingat dengan jelas, bahwa dia adalah tetanggaku waktu ngontrak bareng teman2 di Kubangsari. Waktu itu dia belum sekolah. Dia sering main ke rumah, bahkan suka susah disuruh pulang ibunya. Dia paling seneng ngobrol denganku, aku juga seneng sih ngobrol sama dia. Jadilah aku orang paling dekat dengannya di rumah itu. Maka kalo dia datang, teman-teman akan manggil aku yang kebetulan kamarnya di lantai atas, “Ti, pacarnya dateng nih…”

Bukan aku ge-er, tapi emang kayaknya dia jatuh cinta padaku deh saat itu. Lihat aja di foto ini dan satu foto lainnya, dia selalu nempel. Pernah suatu saat dia gak mau pulang meski Ibunya sudah bolak-balik manggil. Waktu itu kami lagi nonton tivi berdua. Berkali-kali dia melihat ke arahku sementara aku sih asyik nonton aja…. Tiba2 dia cium pipiku dari samping, aku kaget dan ketawa akhirnya. That’s when I got my first kiss! From a little boy next door.

Ah, now I remember that boy’s name. It’s Opik, Taufik Hidayat. (I remember his last name because he often pronounced it wrong. Instead of Hidayat he pronounced his name Idahat..)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s