Dr Quin Medicine Woman

Sejak tidak ada tivi di mess, hampir setiap malam aku buka netbook. Kalo gak ngerjakan tugas asosiasi, browsing atau nulis blog seperti saat ini, ya nonton film… Dan sekarang aku lagi suka nonton film seri lawas, Dr. Quin Medicine Woman.

Film ini dulu pernah diputra di SCTV. waktu itu SCTV boleh dibilang saluran tivi perempuan karena banyak memutarkan film seri atau film cerita drama. Yang paling kusuka serial Lois and Clark: The new adventure of Superman dan Dr. Quin Medicine woman.

Kebetulan, sekarang wi-fi di mess lumayan bagus. Aku jadi bisa download film seri ini di malam hari. Aku mendownloadnya tidak berurutan. Mula2 cuma pengen nonton season 3 yang belum pernah diputar. Tapi ternyata jadi pengen tahu cerita-cerita sebelumnya. Jadi sekarang sudah punya season 1 dan sedang dalam proses mendownload season 2. Satu season bisa sampai 10 hari. Tergantung kualitas sinyal wi-fi atau saat tidak lupa melanjutkan proses download.

Nonton episode2 serial ini, membuatku belajar banyak hal atau tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang sejarah. Kisahnya berlatar belakang kehidupan masyarakat Amerika setelah perang sipil. Sangat menarik melihat proses-proses sosial dan konflik yang terjadi. Plot ceitanya bikin aku kagum. Cerdas. Kadang tokoh-tokoh yang muncul merupakan tokoh nyata yang memang ada dalam sejarah. Begitu juga dengan kisahnya.

Nanti akan aku tuliskan insight yang kudapat dari episode yang kutonton. Saat ini aku ingin memperkenalkan dulu tokoh-tokoh dalam serial ini

Dr. Michaela Quin. Diperankan Michaelaoleh Jane Seymour. Ini tokoh sentral dalam serial ini yang kadang digambarkan sempurna. Maklumlah dialah heroine-nya. Dikisahkan, pada saat itu dokter wanita masih sangat jarang. Bahkan wanita ditolak masuk sekolah kedokteran sehingga kemudian didirikan sekolah kedokteran khusus untuk wanita. Dia keras kepala dan punya prinsip tegas. Berasal dari keluarga terpandang. Ayahnya seorang dokter juga. Anak bungsu dari 4 bersaudara yang semua perempuan ini rela meninggalkan kehidupan kota yang nyaman untuk menjadi dokter di daerah pedasaan (frontier istilahnya saat itu karena merupakan daerah yang baru dibuka) setalah ayahnya meninggal dunia.

 

SullySully. Diperankan oleh di ganteng Joe Lando. Nama lengkapnya Byron Sully, tapi dia tidak suka nama depannya. Oleh sebab itu oleh siapapun dia dipanggil dengan nama belakangnya. Dia cuek banget. Hidupnya seperti tidak butuh apa-apa. Perkenalannya dengan Dr Quin bermula saat dia menawarkan rumahnya untuk disewa Dr. Quin. Dia sendiri entah tinggal dimana, tidak pernah diceritakan secara jelas. Kemana-mana selalu ditemani anjing (atau srigala ya?). Dia berteman dan bahkan manjadi penghubung suku Indian dengan orang kulit putih. Dia rupanya pernah tinggal lama dengan suku Cheyene. Pernah punya istri, tapi meninggal saat melahirkan anak pertama. Tentu saja dia baik, peduli, suka menolong bahkan kepada orang yang tidak mengacuhkannya.

 

 

Dr Mike n kidsAnak-anak angkat dr Quin: Coleen, dan Brian. Tak lama sejak kedatangannya di Colorado Spring, Dr Quin diminta untuk mengasuh ketiga anak Ny. Cooper. Ny. Cooper ini merupakan orang pertama yang menyambut Dr Quin dengan tangan terbuka.Sayangnya, tak lama kemudian ia meninggal digigit ular berbis. Dan sesaat sebelum meninggal ia minta Dr Quin untuk merawat anaknya. Sejak itu mereka jadi anak angkat Dr Quin, yang belum pernah menikah itu.

Matthew sudah cukup dewasa saat mengenal Dr Quin. Ia anak tertua yangsangat bertanggung jawab terhadap adik-adiknya. He’s the man in the family. Coleen, dalam bahasa sekarang, termasuk ABG saat itu. Dia anak yang pintar. Dengan segera dia dapat membantu Dr Quin di klinik. Untuk urusan rumah tangga, dia malah lebih jago dari Dr. Quin. Sedangkan si bungsu Brian adalah anak yang manis dan menyenangkan. Dia ramah dan mudah bergaul dengan siapa pun. Ibu dr Quin yang datang berkunjung, langsung dianggapnya sebagai nenek. Dia juga bisa berteman dengan Loren Bray, pemilik toko kelontong yang judesnya minta ampun.

Sekarang penduduk kota Colorado Spring lainnya.

rev. johnsonPendeta Johnson, Reverend Timothy Johnson. Cukup ganteng dan masih muda. Peran pendeta masih sentral pada masa itu. Dia juga merangkap sebagai guru di wilayah itu.

 

 

 

loren brayLoren Bray adalah pemilik satu-satunya toko kelontong di Colorado Spring. Grouchy, menurut orang-orang kota. Dia tinggal bersama adiknya Ms. Olive. Istrinya meninggal terkena serangan jantung dan tidak sempat diselamatkan oleh Dr Quin. Itulah sebabnya makanya dia sengit terhadap Dr. Quin. Tapi jadi baik setelah dr Quin berhasil menyembuhkan sakit hernianya melalui sebuah operasi.

 

 

jack slickerJack Slicker. Selain sebagai tukang cukur, ia juga suka mengobati warga kota dengan cara mengeluarkan darah kotor. Itu adalah cara pengobatan sebelum kedokteran modern dikenal. Makanya dia mula-mula menentang dr Quin yang sudah dokter, wanita pula. Jack Slicker ini orangnya sinis banget.

 

 

 

Robert E. Entah siapa nama belakangnya. Dia seorang blacksmith (tukang besi) andalan kota itu dan kebetulan dia memang black. Dia adalah seorang bekas budak negro yang melarikan diri dari tuannya agar dapat hidup sebagai manusia bebas.

Grace. Juga berkulit hitam. Tapi dia tampaknya lebih ‘tinggi’ derajatnya dibanding Robert E. Pada awal2 episode mereka belum menikah tapi sudah tampak saling tertarik.Grace pintar memasak dan kemudian membuka cafe di kota itu.

Horace. Dia pemilik kantor telegram dan kantor pos. Orangnya baik dan cenderung polos, agak culun.

Hank. Laki-laki tinggi besar ini pemilik saloon (bar). Berangasan, sinis tapi sebenarnya gak jahat.

Myra. Salah satu pegawai (pramuwisma) di bar nya hank. Dia disukai oleh Horace dan kelak mereka menikah.

Itu adalah tokoh-tokoh yang ada sejak episode 1. Kelak akan ada tokoh-tokoh lain di episode berikutnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s