Lucky

Bossku pernah menyebutkan resep for being a lucky person dalam sebuah kesempatan. Aku masih simpan catatannya, tapi sekarang gak inget 4 poin yg disebutkan beliau. Di antaranya, kalo gak salah adalah memberi 20% dari penghasilan kita utk amal dan selalu bersyukur dan berpikiran positif. Itu lah saat pertama kali aku mendengar konsep Law of Attraction. Belum paham banget sih waktu itu…Makin ngerti setelah baca buku-buku yag berkaitan, diantaranya Law of Attraction, Quantum Ikhlas, dll yang ternyata punya poin yang hampir sama.

Hari ini aku merasa sangat beruntung. Kayaknya sih bukan karena aku habis beramal atau apa. Rasanya gak ada amal istimewa yg aku lakukan yg membuatku pantas diberi karunia seperti ini. Malah kemarin, aku masih harus bertarung dengan hawa nafsuku untuk melakukan sesuatu dengan ikhlas. Aku gak tahu apakah aku sudah termasuk ikhlas atau tidak, yang pasti aku paksakan diriku untuk melakukannya.

Keberuntunganku dimulai pagi-pagi dengan kabar dari seorang teman. Dia mengabarkan bahwa investasi kami di sebuah usaha agribisnis sudah mulai bisa dibayarkan oleh pengelolanya. Alhamdulillah, sungguh tidak kusangka. Akhirnya aku bisa melunasi hutangku pada pihak yang memang katanya sedang membutuhkan uang tersebut.

Setelah itu aku berangkat pergi. Tujuanku hari ini adalah ke PDII LIPI. Cukup jauh dari rumahku di Cakung. Hari sangat panas. Dan sebenarnya rute yg kupilih kurang tepat, sehingga butuh waktu 3 jam untuk sampai ke sana. Tapi anehnya, aku merasa nyaman2 saja. Padahal kemarin, aku jalan dengan rute yg enak (naik Busway kemudian dijemput teman naik mobil pribadi), aku merasa pusing dan capek.

Sesampainya di PDII LIPI, aku tidak sengaja bertemu seseorang yang rasanya pernah aku temui sebelumnya. Biasanya aku cuma diam aja kalo gak yakin siapa dia. Tapi saat itu aku bilang, “rasanya saya pernah ketemu Ibu sebelumnya. Dimana ya?”. Terus kami berbincang-bincang dan aku kemukakan maksudku ke PDII itu. Ternyata dia adalah orang yang tepat, yang sesuai dengan tujuanku. Padahal waktu masuk, aku juga belum tahu harus menemui siapa. Dalam perbincangan kami, aku berhasil mengingat dimana kami pernah bertemu. Ternyata kami pernah mengikuti sebuah workshop yang sama tahu lalu.

Perbincangan kami membuahkan hasil yang seperti aku harapkan. Bahkan lebih karena beliau memberi masukan dan gambaran untuk program yang sedang aku rencanakan ini. Aku pulang dengan lega. Takjub dengan cara Tuhan membimbing jalanku dan akhirnya malu ketika menyadari hari sudah sangat siang dan aku belum menunaikan kewajiban sholat Zuhur. Jadi begitu melihat mesjid langsung aku sholat.

Maka nikmat Tuhanmu manakah lagi yang kau dustakan?…(QS 55:28)

6 januari 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s