A trip to remember

Minggu lalu saya ke Ambon, sebuah kota di Indonesia Timur yang tidak pernah terbayang akan saya kunjungi. Itu merupakan sebuah perjalanan dinas yang saya coba nikmati sebagai sebuah pengalaman baru. Tugas itu berhasil saya laksanakan dengan sukses, sehingga sempat saya terlupakan akan beberapa kejadian sebelum keberangkatan yang bikin saya agak ’stess’. Tapi rasanya harus saya tuliskan untuk menunjukkan rasa syukur dan terima kasih saya terhadap Tuhan dan orang-orang yang telah membantu saya. Siapa tahu, ada juga hikmah yang bisa diambil orang lain yang membacanya.

Episode awal perjalanan saya akan cocok kalau diberi judul ’Menuju ketidak pastian’. Latar belakangnya begini: Saya ke Ambon adalah dalam rangka tugas dari sebuah  organisasi profesi dimana saya menjadi salah pengurus pusatnya. Asosiasi kami belum satu tahun berdiri. Jadi kami para pengurus masih tertatih-tatih menjalankan tugas kami diantara tugas utama di instansi masing-masing. Untunglah kami mendapat perhatian yang cukup dari instansi Pemerintah yang membina kami. Salah satu perhatiannya diberikan dengan cara mendorong agar kami segera membentuk kepengurusan di tingkat propinsi. Kami berbagi tugas diantara para pengurus. Masalahnya tidak semua daerah menyambut baik program ini. Mungkin instansi daerah ada yang merasa hanya dititipi program ini. Oleh sebab itu komunikasi dengan pihak kami kurang lancar.

Sebenarnya tugas saya bukanlah propinsi Maluku, namun rekan yang bertugas ke daerah ini tidak bisa pergi. Dia menawarkan untuk tukar tugas. Saya menyanggupinya karena saat itu tugas di kantor sedang bisa ditinggal. Masalahnya waktunya mepet sekali. Apalagi itu hari Sabtu dan saya harus berangkat hari Senin. Sudah begitu banyak hal yang belum jelas, seperti siapa contact person disana dan bagaimana acaranya. Tidak ada info tertulis yang bisa saya jadikan pegangan. Orang-orang yang saya harap bisa memberi informasi juga agak sulit dihubungi. Barulah pada hari Minggu saya dapat sedikit petunjuk tentang tugas tersebut. Saya pun bergegas mencari tiket. Kemarin sih sudah sempat mencari tapi mau langsung dibeli ragu karena info yang belum jelas tadi. Ternyata di travel biro yang kemarin saya kunjungi tiket sudah habis. Begitu pun dengan di tempat lain. Saya hubungi teman yang pernah menawarkan travel biro temannya. Itupun lama sekali baru saya dapatkan jawabannya, karena dia dalam perjalanan.

Di lain pihak, hari itu saya terpaksa membatalkan janji untuk menerima teman-teman SMP yang akan mampir ke rumah. Mereka bisa maklum alasan saya. Bahkan ketika saya bilang bahwa saya belum dapat tiket sementara besok sudah harus berangkat, mereka langsung telpon saya dan menawarkan bantuan. Waduh, saya terharu. Mungkin buat orang lain sepertinya biasa. Tapi buat saya itu sangat berarti. Bayangin aja coba, dari kemarin saya berada dalam situasi yang tidak jelas. Dan mereka yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan tugasku ini, memberi perhatian dan tawaran bantuan untuk mencari tiket. Apalagi saat itu saya lagi luntang-lantung gak jelas nunggu berita dari teman tentang tiket yang saya pesan. Padahal kalau saya gak terlalu stress, saya bisa ke toko buku yang ada dekat situ. Sesuatu yang baru terpikir setelah duduk diam nunggu di depan Supermaket Tip Top, minum segelas es buah dan mondar-mandir di bawah terik udara Jakarta. Ah, di saat seperti ini terasa sekali indahnya punya teman. Dan saya bersyukur punya teman-teman yang peduli dan sayang.

bersambung ah….

3 May 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s