Menegakkan peraturan: Refleksi diri seorang pustakawan sekolah

Beberapa kali saya menemukan murid-murid melakukan pelanggaran terhadap aturan yang telah saya tetapkan dan yang telah mereka ketahui dan setujui (meskipun terpaksa) untuk mematuhinya. Ini mungkin terjadi karena saya beberapa waktu yang lalu sibuk bahkan meninggal perpustakaan untuk tugas keluar dan meyerahkan tugas harian kepada staf saya. Saya maklum jika mereka tidak bisa setegas saya. Saya pun kadang2 terlalu lelah untuk terus mengawasi dan berusaha menegakkan aturan yang ada.

Sekarang saya ingin merenungkan kembali apa yang harus saya lakukan dalam menjalankan tugas saya ini. Ada beberapa pertanyaan yang hanya saya sendiri yang bisa menjawabnya:
1. Apa sih tujuan saya membuat peraturan?
Membuat peraturan merupakan kerja idealis disamping sebuah keharusan dalam tugas saya sebagai kepala perpustakaan. Tujuannya jelas adalah untuk mendidik murid-murid, mempersiapkan mereka agar siap hidup di masa depan. Apalagi karena saya bekerja di sekolah, sebuah institusi pendidikan. Saya melakukannya sesuai bagian tugas saya yaitu menyiapkan mereka untuk melek informasi. Saya yakin ini tujuan yang baik dan benar. Mulia, istilah lebay-nya.

Menegakkan peraturan berada di tataran lain, yaitu tataran praktis. Disini ada lagi pertanyaan-pertanyaan yang harus saya jawab:
2. mau kah saya terus berusaha terus menegakkannya?
Murid selalu mencari celah untuk melanggar aturan yang telah ditetapkan karena memang aturan tersebut membuat mereka tidak bisa sebebas yang mereka mau. Saya berusaha untuk mengakomodasi kebutuhan mereka serta memberi ruang dan waktu untuk itu. Tapi sesuai dengan tujuan utama saya, tidak semaunya murid. Ada waktunya. Sekali lagi pertanyaannya: Maukah saya terus berusaha menegakkan peraturan? Menjadi polisi?
Hal ini akan sangat melelahkan. Penghargaannya? terus terang:TIDAK ADA. Tidak akan ada bedanya, saya kerja biasa-biasa aja dengan saya kerja sungguh-sungguh sesuai tugas.
Tidak secara materi ataupun penghargaan immateri ataupun sekedar dukungan. Malah sebaliknya, saya bisa mendapatkan feedback negatif berupa kebencian atau ketidaksukaan dari murid2. Dalam hal ini saya hanya bisa berharap pada ridho Allah. Jika tujuan saya baik dan benar, pasti Allah ridho. Saya harus yakin Allah menyediakan ganjaran khusus untuk itu. Harus yakin? Jadi belum yakin? Tidak juga sih, yakin tapi kadang2 keyakinan tersebut bisa terlupakan oleh ketidaksabaran. Alhasil, bahkan keyakinanpun buat saya adalah sebuah proses yang harus dijaga keutuhannya hingga akhir.  So,help me God.  Ah, saya memang sangat lemah. Untuk menggapai ridhoNya pun saya butuh bantuanNya…

Satu lagi yang harus saya ingat: Ini bukan tugas kecil atau sebentar. Ini upaya membentuk kebiasaan. Hasilnya belum tentu bisa dilihat di akhir tahun. Bahkan belum tentu ada yang bisa melihat hasilnya. Tapi saya yakin, ini baik dan benar. Pasti ada manfaat yang bisa dirasakan. Meskipun mungkin tidak mau diakui.

Kuncinya ternyata sabar dan ingat tujuan utamanya, ultimate goal-nya, yaitu ridho dari Yang Maha Tinggi.Demi menggapai ini, saya rela tidak dihargai bahkan dibenci. Tapi apakah ada penghargaan yang lebih baik, lebih indah dan lebih manis daripada hadiah dariNYA? Tidak ada, kawan… So, I’ll take what it takes to get it.  A smile will be a big help for this, I guess…

Hmm…setelah menumpahkan unek2 ini pikiran saya jadi terbuka untuk mencari cara cerdas dalam bekerja dan mengatasi permasalahan yang saya hadapi. Pasti ada alat bantu (tool) yang bisa membantu saya mengatur dan mengawasi penggunaan Teknologi Informasi di perpustakaan. Yang lebih baik dari yang sudah saya gunakan selama ini. Tentunya untuk itu akan ada biaya yang harus dikeluarkan. Oke, akan saya usahakan. Tapi sekarang saya harus fokus dulu dengan pekerjaan yang urgent untuk diselesaikan sekarang. 

Suatu siang di bulan Oktober,
saat kesal dan lelah menghadapi murid….

19 Oktober 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s