Sayur asem Jakarta

Udah selesai bersih-bersih rumah (dibantu Bibi sih..), udah beres masak dan udah mandi. Tinggal nunggu makan siang deh. Menu hari ini sayur asem dan tumis teri oncom. Jadi inget waktu kecil dulu Mama suka masak sayur asem di hari minggu di akhir bulan. Sambil masak Mama suka bersenandung begini:
sayur asem (jangan) dilupakan…
makanan khas tanggung bulan…

Ya ini memang menu murah meriah. Maklum Mama dan Bapak cuma pegawai negeri biasa. Tahulah gimana pegawai negeri jaman dulu kalo udah akhir bulan. Nah, karena kami tinggal di Jakarta, sayur asemnya khas Jakarta. Sayur asem Jakarta memang rame dan meriah. Banyak sekali jenis sayurannya. Yang standar biasanya ada nangka muda (orang Jakarta menyebutnya cecek), jagung, kacang tanah, kacang panjang, labu, pepaya muda, kentang, kangkung, daun melinjo dan tentu saja buah melinjo.

Yang gak standar, kadang-kadang sayur asem Mama ditambah dengan petai cina, klentang atau kentang kembili. Mungkin petai cina tidak asing terdengar tapi klentang dan kentang kembili mungkin tidak banyak yg tahu. Memang sekarang keduanya jarang terlihat diperjual-belikan. Klentang itu buah dari pohon kelor. Buahnya panjang-panjang hampir seperti kacang panjang tapi lebi gendut dan keras. Biasanya akan dipotong jadi 2-3 dan dikerik. Rasanya gurih dan unik.

Sedang kentang kembili itu lebih kecil dari kentang biasa. Kulitnya tipis berwarna hitam dan tidak bulat melainkan lonjong (panjang). Ukurannya kira-kira sebesar jempol. Selain dijadikan salah satu bahan sayur asem, kentang ini dulu sering dijual oleh penjual jajanan tradisional yang direbus seperti kacang tanah, kacang bogor (kacang polong), ubi dan pisang.

Dengan atau tanpa tambahan sayuran langka tadi, sayur asem Jakarta buatan Mama jadinya banyak. Satu panci besar biasanya langsung habis. Karena sampahnya juga banyak. Apalagi kalo pake petai cina. Yang dibuang(kulitnya) lebih banyak dari yang dimakan (isi/bijinya). Begitu juga kalo pake klentang.

Wah, pokoknya seru deh kalo makan sayur asem ini. Seger banget kalo dimakan di siang hari yang panas. Asem, agak pedas. Agak sedikit repot sih, misalnya harus menguliti buah melinjo, makan jagung, menguliti kentang kembili atau menyedot isi/biji petai cina. Tapi disitulah serunya. Apalagi kalo makannya rame-rame bersama kerabat, saudara atau tetangga terdekat.

Hhmm…kalo dipikir-pikir, makanan khas Jakarta terutama yang terbuat dari sayur terdiri dari banyak bahan. Sayur asem ini misalnya, juga asinan dan juga gado-gado. Bahkan gado-gado dijadikan istilah lain dari sesuatu yang berisi campuran berbagai macam hal. Seperti juga kota Jakarta yang warganya berasal dari berbagai daerah, dari berbagai golongan sosial dan ekonomi.

11 Maret 2011
Di suatu Sabtu siang saat sedang tidak ada acara kemana-mana
dan sedang menahan diri untuk tidak jalan-jalan yang tidak perlu….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s