Oz diary : Part 1 – Departure

Setelah melewati berbagai ketegangan dan keriweuhan dalam persiapan perjalanan ini, akhirnya saya bisa duduk di ruang tunggu boarding pesawat Singapore Airlines. Hari ini saya akan terbang menuju Brisbane dalam rangka mengikuti Executive Program dari Endeavour Fellowship Award. Berbagai rasa bercampur aduk jadi satu. Kecewa karena persiapan banyak yang meleset gak sempat dikerjakan. Sedih karena akan meninggalkan Mama dan sahabat-sahabat yang hangat. Terharu dengan kebaikan sahabat2. Tahu saya riweuh dan stress sendiri, mereka menawarkan berbagai bantuan meskipun mereka pun lagi sibuk. Mau nganter ke bandara meskipun capek. Udah gitu masih sempat2nya lagi ngasih jaket yang memang saya gak sempat beli. I love you all, guys…

Entah karena capek atau apa ya sehingga duduk disini menunggu keberangkatan ke negeri asing rasanya plain aja gitu…

Leg pertama dari perjalanan ini adalah JKT – SIN. Sengaja saya pilih rute ini (dan karenanya harus pake SQ, padahal sebenarnya pengen pake Garuda), karena kalo pake Garuda transit-nya di Denpasar. Males. Cuma nunggu di bandaranya doang, gak bisa ngapa-ngapain dan kemana-mana. Sementara kalo di Changi, paling gak bisa explore airportnya. Makanya, sengaja pilih penerbangan yang transitnya agak lama, yaitu 7 jam.

Bisa sampai pada pilihan SQ ini juga gak gampang. Lama mikirnya. Pertama booking di salah satu travel di jl. Pemuda Rawamangun.. Pilihnya Garuda. Menjelang mau issue, berubah pikiran. Apalagi setelah cek di Kayak. Tapi ternyata kalo di pesan di travel gak bisa seperti yang kita inginkan rute dan pilihan pesawatnya. Eh, mungkin bisa aja, tapi jatuhnya jadi mihiil bingit… Mau pesan langsung di web-nya maskapai tersebut, limit Credit Card saya gak mencukupi. Maklumlah itu CC gratisan, dengan fasilitas yang standar dan limit kecil. Aku sih rapopo..yang penting gak pernah nunggak. Wong jarang dipake, kecuali yakin bisa bayar…Akhirnya booking lagi di travel yang berbeda, karena Mbak2 yang di travel pertama itu tampak udah gak antusias lagi.

Ini pertama kalinya saya terbang dengan Singapore Airlines. Penerbangan dengan SQ biasa-biasa aja. Memang beda dengan naik pesawat domestik tapi gak bagus2 amat. Dulu waktu pertama ke Aussie pake Qantas, kurang lebih seperti ini. Pesawatnya memang besar. Airbus dengan seat 3-4-3. Pilihan hiburan ada, tapi males nontonnya. Pusing.

Pesawat ini lumayan kosong. Sederetanku no 54 aja cuma saya sendiri. Pramugari lumayan teliti bolak balik memeriksa penumpang agar sesuai dengan aturan. Tapi karena sekitarku kosong mereka terlihat seperti mondar mandir gak jelas gitu…Mereka pun gak memberi kita permen saat pesawat akan take-off seperti di Garuda. Kupingku jadi terasa sakit terutama saat landing, boasanya kalo ngemut permen bisa mengurangi rasa sakit di telinga. Tapi mereka tepat waktu, malah kayaknya sedikit lebih maju dari jadwal deh…

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 90 menit, sampai deh di Changi… A new adventure begin…

 

to be continued….

3 thoughts on “Oz diary : Part 1 – Departure

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s